PUBLISHED BY

alamuda

DESIGNED BY

jangan paksa aku berjalan jika aku ingin terbang

30 Oktober 2008

SELAMAT JALAN

satu lagi orang cerdas meninggalkan markas yang sebentar lagi dipastikan akan menuju puing-puing kehancuran. tapi aku merupakan salah satu orang yang teguh bertahan didalamnya. tegar, itu yang kuperbuat. meski banyak beban kerja yang nantinya mesti kutanggung sendirian. mengeluh hanya membuang waktuku. aku serasa kembali ketitik awal, dimana kerja dan terus belajar adalah misi utama aku berada di tempat itu. Biarlah mereka dengan jalan hidupnya, aku tetap mempertaruhkan segala upaya untuk mempertahankan apa yang telah menjadi guru besarku itu. aku hanya harus membiasakan diri untuk mengerti waktu dan kewajibanku walaupun perlu proses. setidaknya aku percaya ada titik terang. Karena baru saja berakhir kisah tentang pelajaran hidup. sharusnya tidak diciptakan kata usai. orang-orang yang luar biasa itu harus mengakhiri kisah ini secepatnya. senang bisa mengenal mereka.

luka masih belum bergitu sembuh, namun penyakit lain terus menerus kambuh. harapku, ini bukan awal dari kehancuran, tapi awal dari sebuah perubahan. aku terlalu berjiwa besar untuk tetap bertahan dan memastikan bahwa aku harus bisa seperti guru-guru besarku itu. Masalah pasti timbul dengan sendirinya, tapi aku yakin bisa melewatinya karena kesempatan itu ada walaupun sedikit kemungkinan untuk menjadi penyelamat di garis akhir.




Selanjutnya...

27 Oktober 2008

EMPOWERING YOUTH IN ARASTAMAR, SEKARANG SAATNYA PEDULI

Kegiatan kali ini diselenggarakan di kawasan sejuk yang terdapat diwilayah perbukitan Arastamar, tepatnya di kota Ngabang, Kabupaten Landak. Dalam kegiatan yang selenggarakan selama tiga hari ini, banyak pelajaran yang layak di bagi dan diterapkan, tidak hanya bagi para peserta dan bagi para panitia pelaksana yang terlibat dalam kegiatan kali ini tetapi juga untuk semua pembaca blog ini. Lembaga YPPN bekerjasama dengan Lembaga CUSO Canada menyelenggarakan fasilitasi orang muda yang bersifat pengkaderan. Kegiatan kali ini mengusung tema "EMPOWERING YOUTH: HIV/AIDS, HEALTH AND NUTRITITION WORKSHOP" . Untuk itu, Lembaga YPPN bekerjasama langsung dengan Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Landak serta CUSO Canada.

Kegiatan ini awalnya hanya bersifat memberi keterangan kepada seluruh peserta, akan eksistensi orang muda dalam pergaulan dan cara hidup serta kebiasaan mereka dalam berprilaku positif. Para peserta yang dilibatkan kali ini merupakan Siswa-siswi tingkat SMA yang berdomisili di wilayah Kabupaten Landak. Sesi-sesi yang disajikan menggugah minat peserta untuk peduli akan keberadaan orang muda disekitarnya. Mereka di ajak untuk bagaimana menjadi orang yang luar biasa setelah mengerti akan hal-hal yang menurut mereka masih tabu untuk di ungkap, dan nyatanya itu menjadi realita yang harus mereka simak.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat Narasumber yaitu Mbak Wiwi dari Dinas Kesehatan, Sheri dari Cooperant CUSO Canada yang juga merupakan Ahli Gizi, Abang Nurdin dan Dwi dari Central Remaja Khatulistiwa. Pertama-tama, Mbak Wiwi dan Sheri membaur di antara para peserta dan mereka di ajak untuk mengenal lebih dalam lagi tentang Nutrisi dan Gizi. Mereka terlihat begitu antusias dalam bertanya berbagai hal yang menyangkut gizi buruk, kalori tubuh sampai dengan bagaimana diet yang sehat.

Setelah beberapa jam beristirahat, peserta di fiasilitasi tentang penanggulangan serta penyebaran HIV/AIDS melalui Seks Bebas, Jarum Suntik serta Napza oleh Abang Nurdin dan Dwi. Para peserta juga di ajak untuk ber ice breaker ria (maksudnya: bermain tetap dalam konteks fasilitasi), caranya dengan bermain HIV positif dan HIV negatif. Para peserta membuat lingkaran besar,berpegangan satu dengan yang lain. Kemudian satu persatu dari peserta di beri arahan sampai semuanya mendapat inti sari dari permainan tersebut.

Kemudian para peserta di ajak untuk nonton film tentang pergaulan bebas yang sekarang sedang menjadi realita kehidupan remaja masa kini. Film singkat dengan durasi 20 menit itu menggambarkan begitu banyak kerusakan ahlak remaja karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya Pergaulan Bebas. Setelah film tersebut berakhir, para peserta di ajak kembali untuk mendiskusikan film tersebut dan di minta untuk berkomentar apa saja yang mereka temukan didalamnya. Setelah itu, Dwi mengajak para peserta untuk ice breaker lagi demi memecahkan ketegangan di tempat pelatihan itu. Para peserta yang berasal dari berbagai sekolah itu membaur dengan sendirinya. Tidak ada sekat yang membatasi mereka saat itu. Para panitia juga terlihat membaur di antara para peserta.

Canda tawa yang di ciptakan para peserta membuat suasana pelatihan kali ini semakin memberikan warna cerah bagi para remaja. mereka satu dalam keberagaman, walaupun berbeda dalam banyak hal. Kesempatan seperti ini tidak akan bisa dibeli,kata salah satu peserta di kegiatan itu. Seakan sedih tidak mau datang lagi. Bersama mereka habiskan waktu, dari mulai mandi bersama, belajar bersama, makan bersama sampai dengan bermain bersama. sepertinya mereka sayang untuk mengakhirinya. Kebersamaan dalam keberagaman yang mereka cipatakan sepertinya dapat melawan keterbatasan. Tidak membedakan suku,ras,agama, mereka adalah sosok remaja cerdas yang diharapkan dapat membagi pengalaman berharga mereka kepada orang-orang sekitar mereka. Tapi,kebersamaan itu tidak berlangsung lama sebab mereka harus pulang ke daerah asal mereka masing-masing. senang bisa mengenal mereka.

setelah pelatihan tersebut, para peserta diwajibkan untuk mengisi kertas evaluasi sebagai pesan dan kesan para peserta selama mengikuti kegiatan EMPOWERING YOUTH ini. Tidak sedikit dari mereka yang mengungkapkan kesenangan mereka dengan kegiatan ini. Menurut mereka tidak hanya memberi pembelajaran terhadap kondisi orang muda saat ini, tetapi juga mereka dapat membagi informasi dengan orang-orang terdekat mereka. Maka dari itu, mulailah peduli dari sekarang karena kesempatan tidak akan datang dua kali.

Selanjutnya...

19 September 2008

PENGALAMAN SEHARI

kemarin saia diberhentikan Polisi Jalan Raya tepat di bundaran Hotel Garuda. Mungkin hanya gara-gara tampang saia seperti anak ingusan, jadi di Stop.

"Surat-suratnya ada?"
"Ada kok, di dalam jok"

Mukanya sengaja di bikin sangar. Biar pengendara segan, mungkin.
Saia berikan STNK dan SIM pada beliau, trus beliau berlagak baca, meneliti mungkin.
Tiba-tiba alisnya naik, di pandangnya wajah saia.

"Tinggal di Gang Brata? Komplek POLRI ya?"kata beliau.
"Iya"
"Anak siapa?"tanyanya lagi.
"Pak Suprapto"

Beliau cepat-cepat menyerahkan SIM dan STNK saia. Sambil bilang
"Nanti,kalau keluarganya ada yang anggota POLRI, cepat-cepat bilang, biar tidak di tilang"
saia cuma angguk-angguk, pura-pura mengerti. Trus langsung melanjutkan perjalanan.

(NB: Padahal Nama Bapak saia bukan Suprapto tapi Ahmadi, hehe, makanya kalo mau cari sampingan, jangan nipu orang, jadinya malah situ yang kena tipu saia)

Selanjutnya...

AIR DI TANAH AIR

Photo ini mengingatkan saia pada indigo. Apakah saia salah satu dari orang yang seperti itu? Air memberikan kita kehidupan. kehidupan dimana seluruh makhluk hidup juga memerlukannya. Kondisi air sekarang tidak mementu. Terkadang hujan turun lebat sekali hingga mengakibatkan banjir di sekitar. Kadang pula tidak setetespun air yang mau menghampiri sebab kemarau masih berlangsung. Itu karena perusakan alam sekitar yang kita lakukan dengan sengaja tapi sungguh kita tidak menyadarinya. Kita semua sebenarnya berasal dari manusia yang bisa mengubah keadaan, tapi banyak dari kita yang tidak melakukan perubahan.




Selanjutnya...

SALAH KAOS ATAU SALAH PEMILIK?

Aku sibuk memandang orang yang berlalu hilir mudik hari itu. Tiba-tiba, mataku tiba-tiba menangkap bacaan menarik pada kaos yang dipakai seseorang. “PENJAHAT KELAMIN”. Ya Tuhan, aku tersenyum sendiri membacanya lalu ku pandangi wajahnya. Wow, wajahnya manis dengan tampilan modern. Sesuai pandanganku, tidak sedikitpun terbersit kesan nakal atau binal di wajahnya. Apa dia tahu arti tulisan itu?.

Bukan sekali ini saja aku bertemu dengan kaos bertuliskan hal diluar dugaan macam itu. Kali itu malah lebih gawat: “Click this if you want to see me naked”. Ya Tuhan, tulisan tersebut bisa saja mengundang chaos, kekacauan publik, membuat praduga orang akan si pemakai kaos memang orangnya seperti itu, padahal belum tentu.

Berada di tempat umum dengan memakai baju provokatif model itu, tidakkah berbahaya. Potensil mengundang pelecehan, mengingat aturan hukum tentang hak-hak perempuan yang kurang kuat. Coba kalau ada yang usil bertanya, “Really?”. Atau nekat berkomentar tidak diinginkan si pemakai kaos, kan bahaya.

Boleh jadi baju tersebut dibeli di luar negeri sana yang budaya, kebiasaan, etika, dan hukumnya liberal, bebas, bahkan terlalu bebas. Atau bisa jadi ikut-ikutan trend jaman sekarang trus di sablon sendiri dengan penyalahgunaan kosakata.

Aku ingat beberapa bulan silam ketika berpapasan dengan seorang perempuan yang mengenakan kaos tipis, belahan rendah, sehingga sesuatu yang membongkah dibaliknya nyaris tersingkap. Yang bikin terkesima, tulisan di kaos itu: “Not just for baby only!". Alamaaakkk.... tulisan itu pasti membuat para cowok binal pengen netek.

Ini sekilas informasi untuk siapa saja yang senang dengan kaos bertulisan, cobalah untuk tidak memilih kaos dengan tulisan yang norak, mengundang kontroversi serta hanya membuat omongan miring dari orang yang membaca. Jika itu memang tetap terjadi, buat apa mengaku warga Indonesia yang santun dan berbudaya.

Selanjutnya...