PUBLISHED BY

alamuda

DESIGNED BY

jangan paksa aku berjalan jika aku ingin terbang

Tampilkan postingan dengan label komat-kamit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komat-kamit. Tampilkan semua postingan

16 Oktober 2010

CRUSH RECORD

Tanggal 5 Oktober 2010, 01.00 wib
Masuk Rumah Sakit Antonius
Rekam Medis:
- Proses: Jatuh karena Mengantuk Sewaktu Mengendarai Motor di Persimpangan
- Akibat: Luka Robek di Kepala kiri Belakang, Robek di pelipis atas, Tulang Pipi Kanan Memar, Lengan Kanan Geser dan Kacamata Minus Pecah.

Tanggal 8 Oktober 2010, 10.15 wib
- Keluar Rumah Sakit Antonius,
- Rawat Jalan di Rumah Pribadi Sungai Jawi Dalam,
- Masa Penyembuhan dalam masa Infus, pemulihan kesehatan.

Tanggal 10 Oktober 2010, 08.00 wib
- Infus di Buka di lengan kanan,
- Total akhir Penyembuhan: infus sebanyak 12 Botol dan injeksi antibiotik tinggi.

Tanggal 11 Oktober 2010. 15.00 wib
- Periksa Jarak Pandang Mata di optik
- Ganti gagang lama yang patah karena benturan sewaktu kecelakaan,
- Beli Gagang Baru Warna Cokelat
- Minus Mata Kanan Tambah 100 dugaan karena benturan waktu kecelakaan.

Tanggal 14 Oktober 2010, 14.00 wib
- Bang Hendra Jemput,
- Ke toko buku Gramedia, Beli Paman Gober edisi 47-48 dan Kartunis Dunia.

Tanggal 15 Oktober 2010, 11.15 wib
- Back to daily Activity,
- order Honda Beat Cash,
- Akhir Izin Perawatan.

Selanjutnya...

02 Februari 2010

ANGGUR YANG MANIS

pengangguran berasal dari kata anggur, rasanya tentu manis, tapi terkadang membuat mabuk orang yang mengkonsumsi jika terlalu banyak. Begitu pula keseharian ku sekarang, dengan status pengangguran. Benar-benar melepaskan segala aktivitas dan status kerja yang lama, tanpa identitas sekarang. Tapi semenjak itu aku lebih menghargai hari-hari ku dibandingkan dahulu. Sekarang jadi lebih banyak bersama keluarga, lebih banyak berkumpul bersama teman-teman yang dulu tidak bisa ku jumpai. Yang pasti aku lebih merasa menjadi diriku sendiri daripada hari-hari kerja yang dulu sempat melompatkan nama ku ke atas, mudah untuk meraih kesuksesan dalam karir tapi akhirnya menjauhkanku dari interaksi bersama keluarga dan teman dekat.

Dan Aku baru tahu sekarang betapa Tuhan sayang padaku, setelah kesuksesan yang kuraih begitu mudahnya, dibawakan-Nya aku suatu hal yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, yakni melepaskan semua kesibukan dan mencoba berstatus pengangguran! Aku suka itu, dimana tidak ada beban yang harus aku kejar deadline nya, tidak ada dering telpon yang mengusik tidurku, tidak ada lembur saat mengerjakan laporan kantor! satu kata, aku bahagia dengan statusku sekarang!

Selanjutnya...

16 November 2009

BELAJAR HAL BARU SETIAP HARINYA

walau aku jatuh, aku bangun lagi. Aku memulainya dari awal. Aku tidak membatasi diri akan hal apapun, yang penting aku tetap bertahan dan terjaga. Aku tidak takut kehilangan apapun karena aku tahu satu hal, ketika ada yang datang pasti juga akan pergi dengan cepat. Kalaupun aku bosan, aku mencoba untuk menciptakan hal baru tanpa merubah kebiasaan lama yang bermanfaat. Untuk itu aku mulai melatih diri untuk tersenyum saat aku susah dan selalu bersyukur saat aku terlalu letih untuk berjalan ke depan.

Sikapi hal dengan bijaksana dan kau akan mengerti kenapa kau bisa bertahan hidup hingga saat ini. Jangan pernah ada terbersit kata menyerah dengan keadaanmu yang memprihatinkan, cobalah bangkit dan mulai ubah kebiasaan burukmu hingga kau sadar kau tidak sendiri. Berikan kasih kepada setiap orang yang memerlukan kebaikanmu, jangan sia-siakan mereka karena mereka merupakan bagian dari masa depanmu kelak.

Selanjutnya...

15 Oktober 2009

AKU KELUAR


Jika kemarin kemarin aku selalu menceritakan beberapa orang pintar yang keluar dangan tegas dari pekerjaan yang dia geluti kemarin kemarin hanya karena idealisme yang mereka pegang, sekarang giliranku yang disayangkan mereka, mengapa harus keluar dari profesi selama tiga tahun ini melekat dalam diri. Dengan tegas aku meyakinkan, aku keluar karena sudah cukuplah aku mengabdikan diri menjadi staff profesional yang menangani banyak hal dengan gaji yang kecil. Kerja sosial pikirku, bersedekah saja terus, sampai aku bosan dan menuju titik akhir jemu bekerja. Terserah apa kata mereka. Kutipan alkitab menyatakan "yang menjadi hak kaisar, kembalikan kepada kaisar. Dan yang menjadi hak Tuhan, kembalikanlah pada Tuhan". Bukankah begitu cara menyikapinya?

Lega, salah satu ungkapan rasa syukurku ketika surat pengunduran diri aku kirim ke email yayasan tempat aku bekerja selama tiga tahun terakhir ini. Sulit memang menyesuaikan diri dengan dunia yang sekarang, jauh dari aktivitas dan tidur sepuasnya tanpa gangguan dering HP dan tugas yang menumpuk.

Tapi aku juga berpesan kepada para pekerja yang sudah mulai bosan akan rutinitasnya selama ini, jangan seperti aku.

Selanjutnya...

05 Oktober 2009

PENASEHAT CINTA VIA YM

kemrin aq chat dengan heru, pacarnya betzia!
Yahoo Messager(10/5/2009 3:02 PM)

Fransiskus Heru: Bng dede....

dede: ei ru

Fransiskus Heru: Cam mn kbr maknya aq....
Fransiskus Heru: begetek ndk die d sn???

dede: tadak gak die begetek benar, kemaren ikut die ke Asisi, ada pesta alumni mereka Asisi

Fransiskus Heru: Ktnye kmrn dia d antar ongki.....
Fransiskus Heru: kena tempel2 lah die....
Fransiskus Heru: jujur jak bang dede

dede: emang ada ongky di sana

Fransiskus Heru: Ad yg ngeliat die tempel2...'

dede: makanya aq ajak die balek cepat trus die kata bentar lagi, aq tau kalo die pegi dari tempat duduk kamek agak jaoh ru, soalnye ada ongky, mungkin ongky yang makse die untok ketemu

Fransiskus Heru: lalu.... menurut kk dede gimn????

dede: tapi die tetap baleknye dengan aq soalnye peginye dengan aq gak

Fransiskus Heru: Emng ongki ndk tau betsia udh jdan

dede: aq udah bilang ke kroak same budak2 qte yang laen, jagakan gak betzia, soalnye punye heru dah sekarang die tu, budak2 qte sih jaga, tapi ongky nye tu yang tadak punye malu

Fransiskus Heru: Kalo emang die ndk bisa setia..... aq pun ndk mau jd laki2 bodo gare2 d 2 kan budak keci...
Fransiskus Heru: O gt tlng bilang kan k ongki jak lah bang dede kalo gt.....
Fransiskus Heru: betsia sih ad cerita die d tempel ma ongki trs.... sampe d kasi gelang segala.... tp aq masih nanggapinnya +, tp misal teros2an kyk gini bisa goyah pulak batsia tu....

dede: semalam sih die bedua pura2 ngampiri aq, soalnye muke aq udah gusar dah, capek betunggu di asisi dari jam 2 sore sampe jam 9, trus aq cari die tadak ad, kata budak2 ongky ngajak die ngomong bentar, makenye langsung aq tegaskan ke betzia "yok balek, capek dah aq" biar ongky ngerase kehadiran die tadak kamek harapkan disitu, betzia sih mao jak. Tapi ongky bilang sambil jabat tangan aq, betzia pulang dengan die jak, betzia liat muke aq tadak bersahabat jadi bingung die mo pilih pulang dengan sape, pulang same aq ato ikut tawaran ongky, aq cuma bilang serahlah sambil jalan tadak pandang belakang agik nuju parkiran asisi

Fransiskus Heru: Mungkin aq minta tlng bang dede jak ya.... ceramahin betsia..... aq pun mungkin bentar lg ngomng ma betsia...

dede: pas aq udah mutar motor, udah mo balek, betzia langsung naek di jok aq, trus die bilang "aq pulang dengan kakak jak ye"

Fransiskus Heru: bang dede aq off lok ye mau kuliah.....
Fransiskus Heru has signed out.

Selanjutnya...

28 September 2009

AKU DAN KAU MALAM ITU

Tidak tega aku melihat kau menangis seperti itu malam itu. Jadi ku bawa kau ke cafe dekat sungai malam itu sebelum beranjak pulang ke rumah, agar orang rumahmu tidak bertanya-tanya kenapa matamu bengkak karena menangis. Ku pacu kendaraanku agak kencang. Sepanjang jalan kita hanya menikmati keadaan masing masing, kau dengan tangisanmu dan aku dengan pesona diamku.

Kau hanya diam saat itu, tidak tahu bagaimana caranya membuatmu tertawa. Jadi kubiarkan kau terbenam dalam tangisanmu. Kutanya, kau hanya memandangku sesaat lalu menangis lagi. Terpaksa ku alihkan perhatianku kepada perahu nelayan dan kapal barang yang lewat di dekat cafe di sungai itu. Serasa orang bodoh aku malam itu.

Selanjutnya...

15 Juli 2009

USIR SEPI JIKA SEPI DATANG LAGI

Kali ini bergerak ke arah tepian sungai bagian selatan, ketika tidak ada lagi daftar aktivitas ku yang dapat mengusir penat. Ku pacu laju kendaraan, berlomba dengan sengatan matahari yang bisa menghitamkan kulit. Tidak lupa seperti biasa, aku bekal tas ransel dari rumah, isinya kamera digital, Netbook Sony, buku tulis, pensil, Charger Nokia, Cokelat batang, air dingin mineral dan Buku Cerita Hiroshima. Berbekal itu semua, aku cari tempat penghilang penat itu selama dua jam, tapi yang ku dapat hanya lahan tandus bekas pemukiman penduduk yang sengaja di tinggal empunya.

Ku pandangi tempat itu agak lama, mungkin ada tempat rindang untuk rebah diri. Tapi setidaknya sudah ada beberapa tempat di sekitar itu yang aku kunjungi. Setelah itu aku lanjutkan lagi menelusuri tempat tersebut, makin ke selatan. Pandangan ku terhenti pada sebuah tepian dermaga di sana. Senyum ku terukir. Aku menambatkan kendaraan ku di pemukiman tak jauh dari sana. Untuk pergi ke dermaga itu, aku terpaksa jalan kaki.

Wuih sejuk angin menyegarkan otak ku. Makin senyum aku. Serasa orang bebas ketika tiba di sana. Aku langsung duduk di tepian, mengeluarkan air dingin mineral dan cokelat batangan yang aku simpan di ransel. Aku menikmati ketenangan sungai di dermaga itu. Sesekali dermaga di hantam ombak yang datang dari motor air yang bergerak hilir mudik mengangkut penumpang di ujung dermaga. Aku menikmati suasana seperti itu. Pikirku, jika kota pontianak jauh dari polusi seperti dermaga ini, aku pasti sanggup tinggal disana berlama-lama. Tapi sayangnya, seiring perkembangan teknologi dan sifat instant penduduk kota, polusi pula semakin mereka budidayakan.

Selanjutnya...

12 Juli 2009

CERITAKU SAMPAI DIMANA?

seingatku sewaktu kecil, kami seringkali membuat tanda salib di dalam hati saja, terkadang di bawah meja, bahkan membelakangi kerumunan orang. Hal itu kami lakukan karena seringkali kami di anggap agama yang kafir oleh orang-orang di sekitar kami. Jika tanda salib terang-terangan, kami malah di jauhi dan di ejek kafir oleh mereka. Kami juga sering di ajak menyangkal Kristus oleh teman sebaya, teman sekelas bahkan tetangga sebab komunitas katholik di daerahku, hanya aku dan keluargaku. Kebanyakan dari mereka menganut agama "mayoritas".

Berkali-kali hasutan itu mendengung di telinga dan berkali-kali pula aku berkeinginan menanggalkan identitas katholik dalam diri, hampir bisa, tapi kemudian aku kembali lagi pada iman katholik itu. Sebab aku sadar, dalam keseharianku telah mengalir banyak kebiasaan katholik, salah satunya ajaran cinta kasih.


Aku mulai mencari keberadaan Tuhan. Kutemukan Dia dalam setiap kegagalan-kegagalan dan berbagai buku yang sudah aku baca. Aku lihat Tuhan dalam setiap kesempatan. Tapi anehnya, seringkali nama Tuhan hanya hadir saat aku bosan, aku sedih dan ketika aku murka. Tuhan jarang terlibat dalam sukacita dan rasa gembiraku. Ku pelajari hal itu berkali-kali.

Katholik bagitu hanya baju pinjaman dari bangsa penjajah terdahulu, bukan warisan turun temurun dari nenek moyangku. Sebab setahuku, nenek moyangku hanya menyembah pohon dan batu. Tapi semakin aku menyangkal sejarah, semakin itu pula penegasan bahwa aku ini katholik. Biarlah nenek moyangku punya pemikiran berbeda tentang iman dan pengharapan. Sebagai penghargaan atas apa yang diciptakan nenek moyangku, kini agamanya dijadikan adat istiadat, bukan anutan agama. Semoga saja ada celah rasa damai di antara keduanya, bukan untuk dibanding-bandingkan.

Namun secara garis besar, aku tidak diberikan hak untuk memilih agama. Sesuai kenyataan, aku sudah di babtis menjadi katholik sejak bayi pada umur 6 bulan. Kemudian bertumbuh bersama keluarga besar yang percaya pada kristus. Katholik bagiku bagaikan baju yang siap pakai. Tidak ada kesempatan untuk menentukan apakah baju itu serasi di badan dan jika tidak kita bisa mencari baju lain yang cocok dengan selera dan cara hidup kita. Tapi sungguhpun begitu, katholik masuk dalam duniaku sejak aku masih dalam pertumbuhan hingga kini, disaat aku menjelaskan kisah ini lewat tulisanku sekarang.

Kristus menjadi iman sejati sejak aku mengenal komunitas gereja serta kegiatan Orang Muda Katholik didalamnya. Aku sadar begitu besar damai yang dipertaruhkan dalam zona ini. Ketika begitu banyak orang yang menyia-nyiakan Tuhan, tapi aku tetap berikeras mencari-Nya kemanapun aku berada, agar aku lebih percaya pada-Nya, bukan hanya sebatas sabda yang ku dengar di gereja dan kitab suci. Kini, tiap ada waktu, komunikasi pada Tuhan mulai ku jalin. Kujadikan Dia saudara kandungku, agar aku lebih bisa terbuka bercerita apapun pada-Nya. Sebab rahasia hatiku hanya Dia yang tahu.

Aku pernah berpaling meninggalkan Kristus selama 4 tahun setika sahabat terbaikku benar-benar direbut oleh Dia. Payah, tidak satupun yang memberi tahu aku akan penderitaan sahabatku itu, satu-satunya yang memberikan jawaban hanyalah kematiannya karena kanker payudara yang di derita. Aku mulai membenci Tuhan seperti aku membenci diriku sendiri. Yang ku perbuat hanya menutup diri pada dunia sekitar sampai akhirnya aku terima kenyataan itu. Mulai saat itulah, aku tidak percaya akan adanya teman, siapapun itu, yang ku ketahui, teman bisa di beli dengan uang. Dan satu hal lagi yang tidak aku suka, beberapa kali dari mulut mereka seringkali berbohong dengan alasan yang sudah aku tahu triknya. Teman-teman seperti itu kebanyakan keseringan tidak jujur. Dan fatalnya, mereka katholik.

Itu yang kubenci dari orang yang mengaku dirinya katholik. Tipe-tipe seperti itu merupakan tipe penyangkal dan hanya ingin pekerjaan instant. Terkesan asal-asalan dan cepat puas tanpa harus tahu proses. Padahal setiap mendengar bacaan injil, para katholik itu memberi tanda salib di sekitar kening, mulut dan hati mereka. Gerakan tangan dengan arti memberkati pikiran, perkataan dan perbuatan mereka. Tapi tetap saja setelah bacaan injil dan keluar dari gereja, penyangkalan tetap mengalir di mulut mereka. Seakan menyembah Tuhan hanya kewajiban rutinitas tiap minggu, bukan karena rindu ikut ajaran Tuhan. Itu letak pencibiranku pada katholik sebatas identitas.

Pikiran, perkataan dan perbuatan yang telah di berkati itu merupakan cerminan prilaku seseorang. Jika tidak menghargai berkat itu, berarti tidak menghargai pribadinya sendiri. Untuk itulah, mungkin kusimpulkan kesempatan dan kepercayaan hanya sekali saja, tapi seringkali mereka menyia-nyiakan keduanya. Hanya itu yang ingin kutegaskan, bahwa kejujuran bukan di cari tapi diciptakan.

Selanjutnya...

10 Juli 2009

RAPAT KELUARGA

Seperti biasa, bangun siang lagi. Ku lirik ponselku, sepuluh lewat empat puluh tiga menit. Aku langsung menyambar handuk, bergegas menuju kamar mandi. Kali ini tidak pake acara joget di kamar mandi, waktu ku tidak cukup. Dari arah kamar ku dengar dering ponselku. Maklum volume tiga, lumayan mendengung.
Tiga menit saja untuk mandi dan gosok gigi. Aku berlari kecil menuju kamar atas.

“Kau dimana sekarang, kami udah tunggu dari jam sembilan tadi!”

itu suara bapak.
Terkesan berat dan memaksa.

“Bentar lagi pulang ke rumah, tunggu bentar, masih ada yang di urus!”

Tuut,tuut…
Sambungan putus!

Hmm, seperti biasa, Bapak tidak mengizinkanku memberikan alasan keterlambatan. Setelah siap, aku langsung ambil kunci dan STNK serta SIM, menuju kendaraan untuk tancap gas ke rumah dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. Laju ku bawa kendaraanku, mungkin hanya sekitar 25 menit perjalanan saking cepatnya. Tak sadar sudah sampai depan rumah. Baru jejak kakiku ke teras, aku di sambut dengan suara Ibu.

“Waduh, Bapak udah tunggu dari tadi. Kau ketiduran lagi?”

Pertanyaan Ibu itu terlontar sambil menatap aku melepas alas kaki. Aku balas menatap ibu sambil senyum. Tidak ada kataku yang terlontar. Aku hanya mencium tangan kanannya, adat yang di terapkan keluarga kami ketika masuk rumah. Dia balas mengelus pundakku.

“Kapan kau bisa disiplin, udah besar, pikirkan umur, sia-sia kalo kau sering telat”

Aku mengangguk, senyum lagi menatap Ibu. Beliau hanya geleng-geleng kesal. Ku tuntun tangannya masuk ke arah ruang makan. Disana sudah ada Bapak dan Bang Hendra juga Bang Hendri.

“Telat lagi dek?” singgung bang Hendra.
“Mending tinggal di rumah orang tua daripada ngekost, bangun pagi,makan tanggung pula” katanya lagi.

Ku beri kode padanya agar tak komentar banyak, takut bapak dengar.
Bapak diam saja, sibuk dengan korannya.
Bang Hendri sibuk dengan ponselnya.
Bang Hendra sibuk dengan ekor kucing yang membelai kakinya.
Sedangkan Ibu…Hmm…Dia ada disampingku.
Bapak buka suara akhirnya.

“Kata abangmu, kau mau berenti dari kerjaanmu yang sekarang ya?"
"Udah bulat keputusanmu?” tanya Bapak.

Aku diam, pura-pura buka SMS di ponsel.

“Eh, Bapak tanya tu” kata bang Hendra menyenggol bahuku lalu merebut ponselku.

Aku jengkel.
“Iya pak” jawabku singkat.

“Kau udah punya rencana untuk cari kerja lain?”
“Jaman sekarang cari kerja ndak mudah, apalagi kau memilih tinggal sendiri sekarang” kata Bapak lagi.
“Pikirkan dulu, nanti kalo nganggur siap ndak tanpa uang jajan, jangan jadi beban orang tua” kata bang Hendri.

Aku merasa terhakimi keluargaku sendiri.

“Bang Hendra mo beri modal untuk buka usaha. Jadi aku tertantang untuk berenti kerja, deadline nya bulan juli ini, ” singgungku pada bang Hendra.

Dia menatapku.
Bapak menatapnya.
Bang Hendri ikut-ikutan Bapak menatapnya.
Bang Hendra salah tingkah.

“Punya modal berapa kau beri adikmu?” selidik Bapak.
“Itu kan masih aku pikirkan” jawabnya santai.
“JANJI PALSU!!!!” teriakku di telinganya.

Semoga saja tidak tuli seumur hidup.
Bang Hendra menatapku sambil mengusap telinganya.
Bapak hanya geleng-geleng kepala.
Ibu mengusap bahuku kesekian kalinya.
Aku hampir menangis saat itu.

“Pamit aku, mo pulang ke kost” kataku.

Aku berlalu dengan kesal. Sepertinya bertahan hidup hanya adegan main-main bagi keluargaku.

Selanjutnya...

08 Juni 2009

MENYIKAPI BANGSA INDONESIA CARA GUE


Manusia merupakan konsumen, pemahaman tersebut diterapkan sejak dulu hingga sekarang. Hal tersebut juga terjadi pada bangsa Indonesia kebanyakan. Sifat konsumtif sangat melekat di tubuh mereka. Terkadang sikap konsumtif tersebut sering sekali di salah artikan hamper seluruh orang. Jaman yang serba modern membuat orang-orang di sekitar kita akrab dengan sikap instant, pengennya cepat tapi gak perlu tahu bagaimana prosesnya. Orang-orang di buat manja akan hal ini. Terkesan asal jadi dan cepat puas. Alasan mereka memakai tata cara instant ini karena mengikuti jaman. Walhasil, pengaruh tersebut menjadi kegiatan musiman, bukan merupakan rutinitas yang mencetak hasil berkelanjutan.

Ada beberapa musim trend di Indonesia yang berlangsung cepat sekali booming dan seketika itu menghilang. Trend bagiku hanya memperparah keadaan jika tidak di sikapi dengan wajar dan tidak berlebihan.

Pertama, demam selular. Sebut saja namanya HP. Sekitar tahun 2001, HP mulai di kenal oleh beberapa petinggi Indonesia saja karena harga yang melambung tinggi. Hanya bangsa borjuis dan pengusaha kaya yang mampu menjangkau. Beberapa saat setelah itu, para artis mulai memakainya sekitar akhir tahun 2002 dan kemudian booming di pasaran sekitar akhir tahun 2003. Tapi HP belum menjadi kebutuhan primer tiap kalangan saat itu sebab masyarakat masih terbiasa korespondensi dan mengirim berita lewat surat pos. Tapi tahun 2004, HP mulai terbiasa di telinga masyarakat bahkan menjadi sarana yang tak terpisahkan. HP memiliki beberapa keuntungan dan memanjakan konsumen. Apalagi bisa di bawa kemanapun kemana saja kecuali mandi. Jangankan masyarakat ningrat, tukang becak dan penjual sayur keliling sudah punya barang tersebut.

Kedua, demam promo wakil rakyat. Hampir seluruh masyarakat menengah sampai ke bawah berbondong-bondong pajang poster gede di jalan raya, dari yang pajang pose wibawa sampai pake photo orang lain. Padahal, promosi bukan hanya modal tampang saja tapi juga harus di kenal bijak dan dekat dengan masyakarat. Kerugian tersebut berlanjut. Poster juga membuat tata kota tercemar, membuat pengguna jalan dan pengendara motor tersenyum meledek kearah poster. Ada juga poster yang sengaja di letak di sembarang tempat, hasilnya, ada yang di coret bahkan di koyak, sia-sia dan tidak mendidik. Coba berkampanye dengan cara sedikit membangun dan bermanfaat.

Ketiga, bisnis musiman. Di kotaku, kalo ada warung yang dagangannya laris, para tetangga lain berebut bikin warung juga, pengen ngubah nasib katanya. Alasannya biar tambah penghasilan. Padahal kalau di pikir siapa yang mau beli kalau hamper setiap rumah di gang-gang kecil punya warung sendiri-sendiri dirumahnya? Turis berdatangan? Jelas gak mungkinkan?

Ke empat, busana musiman. Nah, ini juga yang perlu di komentari. Setiap orang punya tata cara berpakaian yang beragam dan akan terlihat unik dan memancarkan kepribadian kita ketika cara berpakaian tersebut tidak meniru cara berpakaian orang sekitar, artinya tidak ikut-ikutan.

Ke lima, budaya mewabah internet. Ini juga dikategorikan musiman. Sejak Bill Gates mempublikasikan computer dan segala aplikasi pendukung di computer tersebut. Mulai dikenal jugalah jaringan layanan bernama internet. Jaringan tersebut dapat membuka persepsi bahwa apapun bisa di ketahui dan di mengerti lewat internet. Mulai dari mengirim surat elektronik, making design, gossip (chat) berjaringan sampai dengan cari bahan bacaan. Bagi pengguna internet, hal tersebut dijadikan kamus kedua bagi manusia masa kini, karena fasilitas internet yang memudahkan, para pengguna menobatkannya sebagai Sang Maha Tahu.

Selanjutnya...

07 Juni 2009

ANGIN BIKIN OLENG

Selesai rapat persiapan HUT Organisasi kami yang dilaksanakan 21 Juni nanti, kami lanjutkan diskusi tersebut di tempat warung si Acek dengan dua orang teman, tepatnya di belakang persekolahan Asisi Siantan.

Cuaca terasa dingin siang ini, padahal tadi pagi aku keringatan saat bangun tidur. Aku tengadah ke langit. Mendung mulai terlihat di langit di atas atap warung tempat kami makan. Pekat awan kelihatannya. Aku khawatir pulang sebab tidak ada mantel penangkal hujan. Tapi selesai makan siang, tetap saja ke dua temanku nekat untuk pulang, kata mereka kalau dingin begini enaknya tidur siang.

Angin yang tadinya sepoi-sepoi kini mulai beranjak kencang menyapu rambut kami bertiga. Daun dan sampah-sampah mulai berterbangan kemana-mana. Kami pulang dengan rumah yang berbeda arah. Ada yang tancap gas ke arah utara, ada juga yang ke arah selatan, dan aku ke barat.

Setelah kami pisah, ku pacu motor laju dengan harapan tidak tersiram hujan di tengah jalan. Angin makin kencang bertiup, motor ku oleng ke kanan, seperti berat sebelah. Beberapa kali ku injak rem agar berhati-hati dan tidak jatuh karena angin kencang tersebut. Bayanganku seperti main balap motor di Megamall, oleng kanan genjot kiri.

Kelokan jalan rumah ku sudah hampir sampai kelihatan, beberapa meter lagi sampai. Tapi nasib berkata lain. Hujan langsung mengguyur tanpa ampun. Sia-sia aku ngebut dan melawan angin. Tetap saja aku basah.

Selanjutnya...

27 Mei 2009

INCEST, SEBUAH NYERI YANG MESTINYA TERPIKIRKAN

Hubungan seks antar saudara atau saudara sekandung yang masih satu darah daging, juga dikenal sebagai "Sexual Attraction” berdasarkan azas keturunan atau lebih di kenal dengan sebutan incest. Incest mengacu pada aktivitas seksual apapun antara orang yang masih berhubungan erat, dan akan menjadi hal yang tabu atau pamali di jenjang sosial dan budaya. Jenis aktivitas seksual dan sifat alami jika didasarkan pada hubungan antar pelaku pelanggaran tabu sosial tersebut dan menerima hukum berbeda menurut pandangan sosial dan budaya sekitar.

Pertimbangan masyarakat akan persoalan tersebut yakni meliputi mereka yang tinggal di rumah tangga yang sama, mereka yang memiliki garis keturunan atau kaum kerabat yang masih sangat dekat kaitannya, incest keluarga dan ikatan darah, dan pelaku yang terkait perkawinan atau adopsi.

Fenomena incest sering sekali terjadi pada masyarakat Indonesia tapi yang paling sering diberitakan di media cetak dan elektronik yaitu jenis hubungan seks setubuh antar kaitan tali darah seperti hubungan seks antar saudara putri dan bapaknya. Hubungan seks antar saudara antara orang dewasa dan atau remaja sebagai pertimbangan suatu format dari penyalahgunaan seksual anak yang telah ditunjukkan untuk salah satu format paling ekstrim dari trauma masa kanak-kanak. Trauma tersebut juga sering menimbulkan kerusakan serius serta jangka panjang psikologis, terutama di kasus dari hubungan seks antar saudara kandung berkenaan dengan orangtua kandung.

Riset memperkirakan 10-15% dari populasi umum menyerang paling sedikit satu pengalaman hubungan seks antar saudara, dengan kurang dari 2% menyertakan pergaulan/hubungan yang coba-coba. Riset menurut Russell (1986) dan Wyatt ( 1985) Hubungan seks antar saudara kandung atau sepupu jarang dilaporkan. Hubungan seks antar saudara kandung atau sepupu adalah kriminal di kebanyakan negara, walaupun itu dilihat oleh beberapa orang dan di anggap sebagai kejahatan yang tanpa korban.

Kebanyakan masyarakat memiliki format pencegahan hubungan seks antar saudara kandung. Tabu hubungan seks antar saudara tersebut telah menjadi salah satu dari seluruh budaya tabu, baik dalam masyarakat dan negara-negara lainnya, dengan hukuman yang sah tentang undang-undang yang tercantum dalam beberapa yurisdiksi.

Masyarakat yang paling modern memiliki batasan sosial atau undang-undang di perkawinan yang lekat di tiap keluarga. Bagaimanapun, dalam beberapa masyarakat, seperti yang dari Ancient Egypt, saudari-saudara, putri-bapak, dan hubungan putra-ibu dilatih antar royalti. Sebagai tambahan, Orang Bali suku bangsa Inuit mempunyai kepercayaan yang berbeda tentang hubungan seks antar saudara kandung. tidak sah dan mesum

Bagimana sebuah novel berjudul INCEST (I Wayan Artika) tak pernah memperoleh pembelaan yang memadai terhadap hukum adat yang dijatuhkan?" Ia benar. Itu memang terjadi, dan saya mengerti. Jadi itulah sebabnya, sehingga ia menganggap hal itu adalah satu tragedi. Setelah percakapan tertulis itu, saya merasakan sebuah keprihatinan terdevosi untuk seorang I Wayan Artika, sang pengarang, yang dihukum karena jujur menginginkan orang lain melihat fenomena Incest di negerinya, kampung Banjar, Bali. Fenomena incest yang HARUS dijalani oleh sepasang kakak-beradik berjenis kelamin berbeda yang lahir kembar. Sang Wayan terpaksa harus menjalani hukuman adat, berupa pembuangan keluar kampung selama 5 tahun (masih ditambah denda ketika kembali) akibat novel yang ditulisnya tersebut. Ia dianggap membuka aib desanya, yang secara adat masih memelihara hukum incest tersebut. Dan dalam novelnya, ia tersentil untuk bicara (mungkin mengundang opini), agar konsep benar dan salah secara humanistik berdiskusi dengan patron adat yang sudah berlaku. Wayan tidak salah, namun tetap harus tabah, sebab inilah jalan yang ia pilih sebagai penulis. Tapi bagaimanapun, secara moral saya tak pernah ingin seorang yang menyuarakan kebenaran dibungkam oleh norma apapun. Dan secara moral pula, saya menentang keras (dan mengajak orang menantang keras) setiap upaya pembunuhan karakter dan penerapan hukuman fisik (baik yang melalui pengadilan atau tidak) bagi sastrawan dan sastrais yang berbicara fakta. Jawabannya hanya satu; JANGAN BERHENTI MENULIS, JANGAN BERHENTI BICARA, JANGAN BERHENTI MENGGUGAT.

Selanjutnya...

03 Januari 2009

SHIO KERBAU ADA DI TAHUN 2009


Menurut ramalan shio, tahun 2009 dilambangkan dengan shio kerbau yang memiliki sifat dan karakter yang unik. Setiap shio, termasuk shio kerbau memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda antara yang 1 dengan yang lain. Namun dalam perhitungan ramalan shio, fengshui dan hongshui, ada keterkaitan dan saling mempengaruhi antara shio yang 1 dengan shio yang lain bahkan juga mempengaruhi zodiak bintang kelahiran anda. Seperti yang kita ketahui bersama dari berbagai ramalan para peramal jitu, ada 12 shio simbol binatang china yang mewakili siklus 12 tahun-an. Lambang binatang shio itu adalah Shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, shio ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan shio babi. Shio kerbau mewakili tahun 2009, 1997, 1985, 1973, 1961, 1949, 1937, 1925...Berikut sifat karakter shio kerbau tahun 2009 ini


Orang-orang yang berada dibawah shio kerbau memiliki sifat karakter pembawaan yang tenang, sabar dan sedikit pemalu. Ketelitian dari shio kerbau ini bisa diacungi jempol. Sebelum mengambil keputusan, ia selalu menganalisa dan mempertimbangkannya dengan cermat. Karena dari itu ia seringkali terhindar dari bahaya. Shio kerbau juga seorang pekerja keras dan tidak cepat putus asa bila menghadapi masalah dan kesulitan dalam hidupnya. Ia pun memiliki pendirian yang teguh dan selalu bersemangat dalam hidup . Karena itu, jangan heran shio kerbau ini tiba-tiba dapat mencapai sesuatu diluar dugaan orang lain. Sifat positifnya adalah alasan mengapa banyak orang yang simpati kepada dirinya. Karena ia selalu memiliki sopan santun dan mau mengintropeksi diri. Sifat karakter yang menarik lainnya dari shio kerbau adalah ia pandai mengatur uang dan waktu.

Yang patut disayangkan adalah karena sifat karakter pembawaanya yang seringkali terlihat lambat, shio kerbau jadi sering ketinggalan sesuatu, khususnya dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan tindakan keputusan yang cepat. Dia suka menyendiri dan suka membanggakan diri sendiri, hal ini yang seringkali menghambat kemajuan dan perkembangan dirinya.

Pekerjaan yang cocok shio kerbau:
Teknisi, Fotografer, Receiptionist, Bidan, Petani.

Demikian sifat dan karakter shio kerbau di tahun 2009 ini, kiranya dapat membantu pengetahuan ramalan kita semua akan karakter-istik yang ada didalam shio kerbau. Sebagai pelegkap, Achiles juga akan memberikan keseluruhan 12 siklus tahun-an simbol shio dari tahun-tahun masing2 shio

Shio TIKUS
Tahun 1924, 1936, 1948, 1960, 1972, 1984, 1996, 2008
Shio KERBAU
1925, 1937, 1949, 1961, 1973, 1985, 1997, 2009
Shio MACAN
1926, 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2010
Shio KELINCI
1927, 1939, 1951, 1963, 1975, 1987, 1999, 2011
Shio NAGA
1916, 1928, 1940, 1952, 1964, 1976, 1988, 2000
Shio ULAR
1917, 1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001
Shio KUDA
1918, 1930, 1942, 1954,1966, 1978, 1990, 2002, 2014
Shio KAMBING
1919, 1931, 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003, 2015
Shio MONYET
1920, 1932, 1944, 1956, 1968, 1980, 1992, 2004, 2016
Shio AYAM
1921, 1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005, 2017
Shio ANJING
1922, 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006, 2018
Shio BABI
1923, 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019

Selanjutnya...

SEJARAH TAHUN BARU

Kalender Romawi kuno menggunakan tanggal 1 Maret sebagai Hari Tahun Baru. Belakangan, orang Romawi Kuno menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun yang baru. Pada Abad Pertengahan, kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru. Hingga tahun 1600, kebanyakan negara-negara Barat telah menggunakan sistem penanggalan yang telah direvisi, yang disebut kalender Gregorian.

Kalender yang hingga kini digunakan itu menggunakan 1 Januari kembali sebagai Hari Tahun Baru. Inggris dan koloni-koloninya di Amerika Serikat ikut menggunakan sistem penanggalan tersebut pada tahun 1752. Kebanyakan orang memperingati tahun baru pada tanggal yang ditentukan oleh agama mereka. Tahun baru umat Yahudi, Rosh Hashanah, dirayakan pada bulan September atau awal Oktober. Umat Hindu merayakannya pada tanggal-tanggal tertentu. Umat Islam menggunakan sistem penanggalan yang terdiri dari 354 hari setiap tahunnya. Karena itu, tahun baru mereka jatuh pada tanggal yang berbeda-beda pada kalender Gregorian tiap tahunnya.

SEJARAH DAN CARA MERAYAKAN DI MASA LAMPAU

Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas. Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar. Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.

Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

PERAYAAN MODERN

Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.

Selanjutnya...

19 September 2008

SALAH KAOS ATAU SALAH PEMILIK?

Aku sibuk memandang orang yang berlalu hilir mudik hari itu. Tiba-tiba, mataku tiba-tiba menangkap bacaan menarik pada kaos yang dipakai seseorang. “PENJAHAT KELAMIN”. Ya Tuhan, aku tersenyum sendiri membacanya lalu ku pandangi wajahnya. Wow, wajahnya manis dengan tampilan modern. Sesuai pandanganku, tidak sedikitpun terbersit kesan nakal atau binal di wajahnya. Apa dia tahu arti tulisan itu?.

Bukan sekali ini saja aku bertemu dengan kaos bertuliskan hal diluar dugaan macam itu. Kali itu malah lebih gawat: “Click this if you want to see me naked”. Ya Tuhan, tulisan tersebut bisa saja mengundang chaos, kekacauan publik, membuat praduga orang akan si pemakai kaos memang orangnya seperti itu, padahal belum tentu.

Berada di tempat umum dengan memakai baju provokatif model itu, tidakkah berbahaya. Potensil mengundang pelecehan, mengingat aturan hukum tentang hak-hak perempuan yang kurang kuat. Coba kalau ada yang usil bertanya, “Really?”. Atau nekat berkomentar tidak diinginkan si pemakai kaos, kan bahaya.

Boleh jadi baju tersebut dibeli di luar negeri sana yang budaya, kebiasaan, etika, dan hukumnya liberal, bebas, bahkan terlalu bebas. Atau bisa jadi ikut-ikutan trend jaman sekarang trus di sablon sendiri dengan penyalahgunaan kosakata.

Aku ingat beberapa bulan silam ketika berpapasan dengan seorang perempuan yang mengenakan kaos tipis, belahan rendah, sehingga sesuatu yang membongkah dibaliknya nyaris tersingkap. Yang bikin terkesima, tulisan di kaos itu: “Not just for baby only!". Alamaaakkk.... tulisan itu pasti membuat para cowok binal pengen netek.

Ini sekilas informasi untuk siapa saja yang senang dengan kaos bertulisan, cobalah untuk tidak memilih kaos dengan tulisan yang norak, mengundang kontroversi serta hanya membuat omongan miring dari orang yang membaca. Jika itu memang tetap terjadi, buat apa mengaku warga Indonesia yang santun dan berbudaya.

Selanjutnya...

10 September 2008

BOSAN

Anda merasa kehidupan sehari-hari Anda bersifat rutin, biasa-biasa saja. Tidak ada lagi sesuatu yang membuat anda tersenyum dan riang. Kemudian Anda menginginkan sesuatu yang tak biasa, sesuatu yang luar biasa terjadi pada Anda. Anda menginginkan sebuah kehidupan yang lain dari kehidupan Anda saat ini. Anda menjadi sering melamun, atau mengantuk jika Anda terpaksa harus menghadapi kenyataan sehari-hari. Kebosanan merupakan gejala sehari-hari yang menghinggapi banyak orang, terutama orang-orang yang hidup di alam modern. Perhatikan anak-anak sekolah, atau mahasiswa ketika berada di ruang kelas. Mereka menguap, mengantuk, mencorat-coret sesuatu di kertasnya bahkan di mejanya.

Hal yang sama juga terjadi pada banyak pekerja. Dalam situasi seperti itu, yang diinginkan adalah hiburan dan sensasi. Tidak mengherankan jika dunia entertainment menjadi laku keras. Orang menginginkan hiburan, barang-barang bergemerlapan untuk melupakan kebosanan. Para pembosan adalah budak yang baik untuk industri hiburan, makanan kecil serta barang-barang mewah.

Lebih ekstrem lagi, untuk lari dari kebosanan orang melakukan petualangan-petualangan liar (kalau tidak secara nyata sekurang-kurangnya berimajinasi melakukannya). biasanya berkaitan dengan hal-hal yang dapat dengan mudah membangkitkan gairah, yakni hal-hal ber adrenaline (menonton film horor, mengkonsumsi berita pembunuhan atau melakukan hal-hal yang membahayakan lainnya), seks (berganti-ganti pacar, berselingkuh, nonton film porno, membaca novel romantis) atau makanan (melakukan petualangan kuliner, ingin makan apa saja atau menanti-nantikan pak Bondan bilang maknyus,hehe...). Ketiga tombol itu lebih mudah menimbulkan gairah ketimbang hal-hal lainnya karena proses evolusi manusia tergantung pada kapasitas.

Konsekuensi lain dari kebosanan adalah depresi. Orang yang mengalami kebosanan terus-menerus merasa menjadi tak berdaya. Merasa hidupnya tak berarti. Selain itu, orang-orang yang sering merasa bosan juga cenderung tidak dapat memaksimalkan kemampuannya dalam pekerjaan maupun prestasi akademik. Bersiap-siaplah menjadi seorang medioker, pemurung atau pecandu narkoba.

Hal itulah, makanya penulis menyikapi hal tersebut dengan dimulai dengan pertanyaan mengapa bosan. Salah satu sudut pandang yang dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan di atas adalah psikoanalisis. Orang menjadi bosan karena merasa dirinya tidak tertampung terhadap realitas yang dihadapi atau aktivitas yang dikerjakannya. Ia seperti menghadapi sesuatu yang bukan dirinya yang dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan di luar dirinya. Dalam sudut pandang wajar, kebosanan menjadi dekat dengan rasa terasing dengan diri sendiri. Contohnya para pekerja, mengerjakan suatu barang yang tidak diinginkannya, tetapi yang diinginkan oleh majikannya. Rasa bosan itu diperkuat oleh sifat monoton pekerjaan. Berbeda sekali dengan bagaimana seorang seniman bekerja. Ia menjadi perancang karyanya, memberikan cita rasa diri di dalam karya yang dikerjakannya.

Hal diatas menggambarkan bagaimana seseorang berhubungan dengan aktivitasnya. Hubungan kita dengan realitas berada di antara keduanya. Pertanyaannya bagaimana Anda memperlakukan hidup? Apakah Anda bersikap sebagai orang suruhan ataukah Anda bersikap sebagai seniman terhadap kehidupan Anda?

Proses menjadi budak sudah berlangsung semenjak kita kanak-kanak, ketika kita mendefinisikan realitas seturut kemauan orang dewasa dan bukan kemauan kita. Kita merepresi keinginan kita dan sekaligus cara pandang kita terhadap realitas, karena menjadi berbeda dengan orang-orang dewasa yang lebih berkuasa. Tetapi kita diposisikan untuk takut tidak dicintai, takut ditinggalkan.Sejauh hal itu diterima oleh orang kebanyakan, sejauh itu sesuai dengan opini orang dewasa kebanyakan. Di samping itu mengikuti idiom dan kemauan orang lain membebaskan kita dari keharusan untuk membuat keputusan, untuk memikirkan sendiri apa yang sedang kita hadapi.

Terkadang, banyak cara untuk membebaskan diri dari rasa bosan. Penulis tidak bermaksud untuk menyarankan Anda menjadi liar. Penulis hanya ingin Anda mempertimbangkan kebiasaan-kebiasaan emosional secara rutinitas membuat Anda tidak dapat menjumpai kenyataan secara langsung sedalam-dalamnya. Sebab kenyataan yang kita hadapi jauh lebih kaya ketimbang pendapat-pendapat yang kita buat. Menjadi bosan sama juga dengan memasuki sebuah sekat pembatas. Dan rasa bosan itu pulalah yang menjauhkan kita pada pertemuan yang sesungguhnya dengan kenyataan. Di dalam kebosanan terdapat rasa penolakan terhadap apa yang kita hadapi. Bagaimana kita dapat memperoleh pandangan baru terhadap realitas yang kita hadapi jika kita merasa enggan untuk menemukannya sendiri.

Satu-satunya cara untuk keluar adalah menghadapinya dan bukan lari kepada banyak hal di luarnya yang menjanjikan sensasi atau melarikan diri ke dalam rasa kantuk lalu tertidur. Kebosanan tak perlu dihindari, malahan ia dapat menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan diri. Salah satu caranya adalah membebaskan diri dari semua belenggu yaitu mediasi. Orang hanya di minta untuk bersikap hening, menatap realitas apa adanya, dan mengamati pikiran-pikiran yang muncul tanpa menghakiminya. Amati saja kenyataan yang Anda hadapi sekarang, tidak perlu menurut pada perasaan untuk lepas dari kenyataan itu.

Selanjutnya...

09 September 2008

MENGENAL DIRI SENDIRI

cinta dapat membuatmu melakukan apapun yang tidak pernah bisa engkau bayangkan sebelumnya. Cinta adalah sifat istimewa dari seseorang. Ungkapan akan "Aku mencintaimu" sangat melambungkan hati. terkadang rasa sakit pun seringkali dimulai dengan rasa cinta. untuk itu, penulis mengajak kita untuk merefleksikan kembali apa kaitan cinta bagi diri sendiri sebelum mengungkapkan betapa cintanya kita terhadap orang yang betul-betul kita sayangi.

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidup.

Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri. Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.

Apakah anda jujur pada diri anda sendiri. Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.

Selanjutnya...

27 Agustus 2008

RASA KEHILANGAN

Baru aku rasakan bahwa tetesan hujan membasahi tempat kami bersandar saat itu. Aku hanya terbuai dalam kegalauan kenapa ini bisa terjadi. Sekali lagi aku merasakan bagaimana kekalahan menghujam hatiku. sangat perih memang, tapi tetap tidak kubagi dengan siapapun. Kubelai nisan itu untuk kesekian kalinya, aku menangis tertahan. Aku kehilangan orang yang pertama kali mengenalkan aku pada dunia yang sekarang kujejali dengan aktivitasku. Aku hanya ingin kau tau kalau aku tak mau kehilangan hari-hari itu. Kau tahu, kehidupan ini ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Ketika aku terus-menerus mengajukan keberatan dan juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih, engkau datang dan mengubah sudut pandang ku. Aku dikuatkan karenanya. Dan kau tahu, akulah orang yang pendiam saat itu, bukan engkau. Aku bersyukur Tuhan mengenalkan sesosok saudara sepupu sekaligus sahabat seperti engkau.

Namun kemudian tiba berita yang mengejutkanku, ketika aku sedang presentasi materi dialog pendidikan di salah satu sudut kota. Pesan dari adikmu bahwa aku harus menemuimu secepat yang aku bisa. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku tidak tahu berapa jarak yang ku tempuh untuk bisa ketemu engkau. Aku rindu alam mu. Banyak pengetahuan yang aku dapat darimu. Dari mulai main di pematang sawah, cari ikan di sungai, tidur-tiduran di pohon, sampai kebut-kebutan di jalanan. Aku memandang itu sebagai pelajaran berharga sebab aku tidak pernah merasakan kenyamanan itu di kota tempat tinggalku yang banyak polusi udara dan sampah.

Sejak kita lulus SMA, kita jarang untuk saling mengunjungi lagi. Terpisah oleh kota yang berbeda. Kau sudah sepenuhnya ku anggap saudara sendiri sebab kaulah yang mengerti sepenuhnya aku.

Ketika tiba di depan teras rumah mu, banyak sekali orang. Aku tersenyum bangga, pikirku akhirnya engkau menikah juga. Aku duduk di bangku teras bersama orang-orang yang tidak begitu aku kenal. Tiba-tiba, ada yang menyuruhku masuk ke dalam. Aku mengiyakan, lalu menjinjing tasku masuk ke dalam. Tapi, mataku membentur sesuatu. Bapak dan Ibuku juga disitu. Aku tidak memperdulikan mereka, aku hanya ingin bertemu engkau. Tapi ketika kutanyakan pada adikmu, aku mendapat jawaban yang tidak kuinginkan. Engkau telah meninggalkan kami semua.

Berdasarkan penjelasan dari adikmu, bahwa engkau mengidap kanker yang sudah parah dan ternyata engkau mengetahuinya. Tapi sayangnya, mengapa engkau tidak memberitahukan padaku perihal ini. Ketika kita bertemu yang terakhir kalinya tahun lalu, tubuh mu sudah mulai menyusut, dan rambutnya yang dulunya indah sudah tipis dan kering. Namun, matamu tetap bercahaya. Tapi aku tidak menangkap gejala itu. Aku hanya tahu bahwa pertemuan kita adalah kado ulang tahun ku yang sangat berharga.

Tak lama, setelah mendengar ceritamu, aku memaksa adikmu untuk bertemu engkau di rumah barumu. Rintik hujan menghantar perjalanan kami kesana. Aku tahu engkau menunggu kedatanganku. Aku membelikan semua kesukaanmu, mulai dari permen lolipop, LA menthol besar, dan kaset rekaman kita yang hampir rampung kukerjakan. Aku tak dapat berkata apapun saat menginjakkan kaki di tanah basah tempat kau tinggal sekarang. Aku ingin membangunkan tidurmu saat itu. Aku tidak menghiraukan cacing, lembabnya tanah ataupun udara yang kian lama menusuk tulang.

Ketika engkau tidak sempat memelukku saat ini sebagai seorang sahabat, aku baru mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika kesedihan itu hanya aku yang merasakan,aku serasa benar-benar menggedor-gedor pintu surga. Tapi mengpa tak terjadi apa pun, aku menyesal mungkin sudah lewat masanya. Aku berhenti berharap untuk melakukan segala hal-hal penting. Aku memutuskan untuk tidak memperdulikan apapun disekelilingku. Aku tahu bahwa kesedihan yang paling dalam adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa engkau sangat mencintainya.

Selanjutnya...

13 Juli 2008

EMOSI VIA WEEKEND

Kemarin kami baru saja mengadakan weekend bersama setelah sekian lama tidak berlibur bersama. Demi kegiatan yang memerlukan kebersamaan, maka kami mempersiapkannya dengan mengorbankan waktu dan tenaga. Tapi setelah hari yang ditentukan, peserta yang berangkat lebih sedikit dari peserta yang kami targetkan sebelumnya. Walaupun begitu kami tetap melaksanakan kegiatan dengan kapasitas yang ada. Harapan kami, jumlah peserta tidak mempengaruhi jalannya kegiatan.

Sesampainya di penginapan, acara kami gelar seperti layaknya liburan, sedikit permainan dipantai menjelang sunset dan masak bersama sebelum "sharing" dimulai. Setelah makan malam barulah kami berkumpul di sebuah dangau yang menghadap pantai untuk mengadakan sharing bersama. Pertama-tama, dialog tersebut berjalan seperti biasanya tetapi dialog mulai memanas karena moderator mulai "ngomong ngawur" dan "diulang-ulang". Kejanggalan ini rupanya di sebabkan oleh minuman keras yang di konsumsinya sebelum mengadakan dialog. Dialog terpaksa kami hentikan jam 11 karena sudah larut. Akhirnya satu persatu dari kami menuju penginapan yang tidak jauh dari tempat pertemuan.

Kami mulai bersiap-siap untuk tidur. Tiba-tiba, sang moderator masuk ke penginapan dan menyuruh seperempat dari kami untuk keluar, alasannya karena dia berprasangka sebagian dari kami menjelek-jelekkan dirinya hanya karena dia "pengkonsumsi minuman keras" diantara kami yang ada disitu. Kamipun mejelaskan dengan terbuka apa yang kami bicarakan sebelum tidur, tetapi dia tidak percaya. Keadaan itu mulai memanas saat itu. Saya, salah satu orang yang terlibat adu mulut dengannya, menyembunyikan kegeraman saya. Tapi tidak tahu mengapa, kegeraman saya memuncak dikala dia berceloteh segar tentang semua kegagalan dirinya yang disebabkan oleh organisasi kami. Tiba-tiba pula tangan saya sekuat tenaga meninju dinding penginapan, semua kaget. Saya kesal sekali waktu itu dan tidak bisa ditahan lagi. Saya pikir lebih baik kehilangan satu organ tubuh saya daripada kehilangan satu orang teman.

salah satu pengalaman ini membuat saya ingin sekali belajar bagaimana mengendalikan emosi karena saya adalah seseorang yang tidak bisa menguasai diri. Kita perlu tahu bahwa: "Sabar = Kunci Pengendalian Emosi". Kendalikan emosi dengan mengubah persepsi (cara pandang) & prosedur (pendekatan dan tindakan). Memilah kepuasan dan mengatur suasana hati. Belajarlah mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam kehidupan sehari-hari. menjaga keseimbangan pikiran /perasaan kita.. ini dapat tercapai jika kita sadar bahwa kepuasan ada dalam diri kita sendiri bukan tergantung pada unsur2 diluar diri kita.

Pikiran adl alat yg menguasai dan mengendalikan panca indra. Panca indra kita mengumpulkan info dr sekeliling mengenai hal yg kita suka dan kita tidak suka. Pikiran suka ato tdk suka ini akan mengacaukan keseimbangan pikiran kita lalu mulai menghilangkan kedamaian hati kita n memunculkan emosi kita ....jadi untuk menguasai emosi/mengontrolnya ajaklah pikiran kita kearah pikiran yng benar, lalu diteruskan ke perbuatan yang benar, itu akan mencegah masuknya segala pikiran yang tdk berguna. Mengurangi berbagai keinginan dan mengendalikan diri dalam pikiran dan perbuatan akan membuat kita mampu mengontrol emosi kita...... hendaknya dalam diri kita agar selalu ditanamkan rasa kebajikan, kedamaian, kebenaran,kasih dan tanpa kekerasan

kadang-kadang jawaban diatas benar semua.. mau yang garing nihhh.."Beli Remote Control "tekan off kalo anda lagi emosi hehehe, ayooo yang baca dilarang emosi lho...

Selanjutnya...

04 Juli 2008

SAMPAH VS WARGA INDONESIA

Di mana-mana sekarang banyak orang membicarakan tentang lingkungan hidup. Topik lingkungan hidup dijadikan bahan pembicaraan dalam berbagai seminar,simposium, dan diskusi di berbagai tempat mulai dari level sederhana sampai ke ruangan konvensi berharga mahal. Namun setelah itu hasilnya hanya cukup sebagai agenda dan bahan berita pada media cetak dan media elektronik yang bertajuk lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang dibicarakan itu eksistensinya tak akan lebih baik kalau tidak diikuti oleh aksi perbaikan lingkungan di lapangan.
Dulu dalam foto dan dari pengalaman masa kecil, bila kita berpergian ke luar kota maka kita masih bisa melihat dan menemui banyak pohon-pohon raksasa yang berdaun rindang, air sungai mengalir dengan warna bening, kicauan burung, langit yang biru dan udara dengan aroma alam yang bebas dari asap kendaraan. Tapi sekarang hal- hal seperti ini sudah menjadi sesuatu yang mahal dan langka untuk ditemui. Kita bersyukur bahwa pemerintah dan sebagian masyarakat sudah mengelola dan mengatasi kehancuran alam dan mencegah terjadinya ”illegal logging”. Kita masih punya harapan untuk bisa bermimpi untuk memiliki lingkungan hidup dengan alam yang indah pada masa mendatang.

Mengembalikan kualitas alam seperti kualitas alam (lingkungan hidup) seperti pada beberapa puluh tahun yang silam, alam yang hijau dan bersih terhampar ibarat permadani atau ibarat susunan permata zamrud seperti yang didendangkan oleh lagu-lagu lama. Kebiasaan melemparkan sampah nampaknya sudah menjadi budaya bangsa kita. Atau kalau tidak sudi dengan pernyataan ini, maka kita bisa membuat pernyataan bahwa membuang sampah adalah bagian dari gaya hidup kita sendiri. Kepedulian kita atas topik sampah baru sebatas kepedulian akan masalah kebersihan di lingkungan rumah semata-mata. Memang banyak orang dan kita sendiri yang sudah peduli untuk membersihkan dan merapikan rumah dua kali sehari dan merapikan lingkungan rumah sekali dalam seminggu. Namun sampahnya bagaimana ?

Banyak orang yang suka punya kebiasaan buruk mereka membuat dan menjaga lingkungan rumah sendiri menjadi bersih namun bersikap masa bodoh terhadap kebersihan lingkungan orang. Secara masa bodoh mereka menumpuk sampahnya ke lahan orang lain. Dan bila ada papan peringatan dengan tulisan ”DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI” maka mereka dengan senang hati menumpuk sampah ke tempat yang dimana mereka suka tanpa memikirkan efek selanjutnya terhadap alam dan terhadap orang lain. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, seperti pernyataan di atas tadi, bahwa membuang sampah sembarangan sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang desa dan orang kota. Untuk kondisi rumah tangga di desa, masalah membuang sampah dan penumpukan sampah tidak begitu masalah karena di sana mungkin masih ada lahan untuk menguburkan sampah. Namun untuk kebersihan lingkungan hidup seperti di tempat keramaian dan di sepanjang jalan. Sampah seolah-olah sudah menjadi dekorasi sepanjang pinggir jalan raya mengalahkan indahnya dekorasi alam dengan tanaman dan tumbuhan bunga yang warna warni.

Bagaimana dengan lingkungan perkotaan ? Adalah sesuatu yang memalukan untuk dideskripsikan. Kita akan sulit membedakan antara mana pasar dan mana kandang ternak (ups,maap...) kita sering susah payah kalau berjalan untuk mencari tempat yang akan kita injak. Karena lumpur bercampur kompos, sampah yang membusuk, sudah menjadi aspal di areal pasar. Begitu pula dengan para penghuni wilayah perkotaan, mereka itu, sekali lagi, adalah bisa jadi kita semua sebagai orang-orang yang sudah menjadikan membuang sampah sebagai gaya hidup. Di sana cukup banyak orang yang yang sudi mengotori dan mencemari lingkungan hidup perkotaan. Tidak percaya ? Coba lihat air yang mengalir dalam got dan sungai (di dalam kota), betapa kualitas airnya sudah memberi isyarat bahwa tidak ada lagi kehidupan biota air di dalamnya. Kemudian bagaimana dengan kualitas udara dan pohon-pohonan ?

Sering pelajaran yang diperoleh di sekolah kenyataannya berbeda dari fakta yang diperlihatkan oleh para figur model lewat prilaku dan gaya hidup mereka. Tapi dalam kenyatan orang yang menjadi panutan hidup ini model bagi kehidupan kita melanggar aturan ini. Di sekolah ibu guru dan bapak guru mengajarkan agar kita harus membuang sampah pada tempatnya. Begitu pula dari buku bacaan yang kita baca di rumah agar kita mesti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Namun fakta, ayah, ibu dan orang di sekeliling kita melempar sampah ke tengah jalan dengan seenaknya.

Alangkah bingungnya anak anak yang dididik dan diajar agar bisa mencintai kebersihan dan menjaga lingkungan hidup ini. Namun dalam realita, mereka melihat bahwa begitu banyak orang dewasa, guru, orangtua dan tetangga mereka dan apalagi orang orang yang mereka anggap terdidik tidak berbuat seperti yang mereka baca dan mereka pelajari. Akhirnya mereka juga berbuat seperti hal demikian. Akhirnya adalah lazim bila lingkungan ini menjadi kotor dan tidak rapi karena tangan orang-orang mulai dari usia muda sampai berusia tua, dari orang biasa sampai orang yang menganggap dirinya terdidik dan elit dan dari orang orang desa sampai kepada orang orang kota. Melihat kebersihan di daerah daerah lain di Indonesia dan juga negara tetangga, mereka bisa menjadi negara yang bersih dan asri, ini karena di sana sudah ada sistem dan sistem kebersihan itu sudah berjalan dan mereka sangat menghargai peraturan yang berlaku dinegara mereka.

Pengennya sih di negara Indonesia juga warganya taat aturan, tapi sulit memang soalnya warga Indonesianya banyak "PENJAHAT YANG BERTITEL PEJABAT"... susah di atur. Di Indonesia juga merupakan negara yang sulit di menegakkan aturan sebab rata-rata warga negara Indonesia berpropesi sebagai "KOMENTATOR SERTA PENONTON" daripada sebagai pekerja yang mengutamakan kualitas. Terlalu banyak teori yang diuraikan sehingga lupa pada praktek. wajar jika warga negara Indonesia melahirkan bangsa-bangsa yang jadi "BUDAK DI NEGARA SENDIRI".

Maka dari itulah, kita mulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan sendiri. Terapkan dalam diri bahwa buang sampah sembarangan akan mengakibatkan pemandangan tidak sedap buat lingkungan. Ajak pula orang-orang sekitar kita untuk menjaga lingkungan tidak hanya dengan teori tetapi terjun langsung ke lingkungan,yang tentunya membebaskan lingkungan dari segala bentuk sampah. Sebab Lingkungan Indah ciri Masyarakat Sehat, betul tidak? Saia mulai aksi perang akan sampah dengan menulis artikel ini di blog, moga aja ada yang tergerak hatinya...

Selanjutnya...